Oleh Filza Farzana
Aliya pergi berlibur ke Desa Bugenvil bersama sahabat-sahabatnya. Liburan itu seharusnya sederhana, empat sahabat, udara desa, dan satu mimpi kecil bernama Bukit Bunga.
Semuanya terasa baik-baik saja hingga satu poster terbakar, satu nama tak disebut, dan kata “aku” terdengar lebih sering daripada “kami”.